All posts by admin

Catching Up

Catching Up

Hi guys, how are you all doing? Semoga semuanya lancar, sukses dan sehat selalu yah. Ada 1 hal yang saya amati belakangan ini, mengenai “Catching Up”, alias Mengejar Perkembangan.

Dalam hal bisnis konvensional, pada awal sebuah Brand principal masuk ke market kita, mereka akan mengeluarkan banyak biaya promosi, support, bahkan menjalin hubungan dengan dealer-dealernya dengan sangat dekat. Setiap kali kita ke tempat principal, pasti di ajak keluar makan, ngumpul ramai-ramai, seolah-olah kita adalah Brotherhood. Dan rata-rata dari kita meyakininya. Bahkan kita pun dengan mudah yakin akan tawaran mereka.

Nah, bagi kita yang penjualannya terus bagus dan meningkat, maka kita akan terus diperhatikan, namun lama kelamaan, mungkin yang memperhatikan kita bukan Bos lagi, tapi adalah General Manager, atau Area Manager, ataupun Area Supervisor. Tergantung level kita. Sekarang, bahkan kita tidak pernah mendapatkan telpon lagi dari bos, baik itu menanyakan kabar, atau memberikan semangat.

Well, ini sebenarnya bukan salah kita, tapi inilah kenyataan support dari berbagai brand yang bersaing di dunia bisnis. Walaupun penjualan kita bagus, tapi masih banyak yang jauh lebih bagus dari kita, dan jika kita tidak masuk ke dalam Top Dealers tersebut (karena jumlah dealer sudah semakin banyak, dan persaingan pun semakin ketat), maka kita harus siap untuk mengerti, dan tentunya memilih tujuan kita kembali.

Tidak sedikit brand tetangga yang pasti akan mendekati kita, memberi perhatian lebih seperti halnya brand-brand yang sudah pernah kita dukung sebelumnya. Kembali lagi, apakah semuanya akan sama pada akhirnya jika brand tersebut semakin kuat dan besar? Dan seberapa lama mereka bertahan mensupport kita jika ternyata brand ini tidak naik-naik juga ataupun berhasil mengambil pasar?

Dalam hal Network Marketing juga sama. Ketika Leader yang kita kagumi masih bisa mensupport kita, dan memberikan waktunya untuk kita, jika kita tidak Catch Up, berubah, Action, maka suatu saat ketika leader ini sudah sangat jauh jaraknya dengan level kita, maka kita akan mulai tertinggal, bahkan terlupakan. Mungkin masih akan ada support, tapi jika kita memberikan bukti dalam bentuk Hasil, dan Catch Up segera ke posisi yang lebih baik lagi.

Semakin besar sebuah perusahaan, semakin besar sebuah jaringan, waktu seseorang hanya 24 Jam, dan jika kita semakin jauh ketinggalan, maka kita akan semakin pudar. Tapi jika Anda yakin bahwa ini adalah jalan Anda, ini Brand yang Anda yakini Sesuai dan sudah saatnya Anda mengejar perkembangan, Catch Up Sekarang, kejar kompetitor Anda (dalam hal bisnis konvensional), Catch Up mengejar Leader anda (dalam hal bisnis networking). Tetap Semangat, pikirkan kembali apa saja yang belum Anda lakukan secara maksimal? Maka lakukan lebih giat lagi, All Out dan set kembali Target Anda.

Dalam bisnis apapun itu, dalam profesi apapun, Always Try to Catch Up to the Top. Jangan pernah mau lagi merasa ditinggalkan ataupun semakin jauh dari posisi terAtas. Beranilah mengorbankan waktu dan tenaga, dan buktikan ke Leader, atau Principal Anda, bahwa Anda Layak untuk terus berada di puncak.

Regards,

Andi Wu

Trying Out AirBNB

Trying Out AirBNB

Halo guys, Here I am again. Minggu kemarin, saya dan beberapa teman melakukan perjalanan ke Bandung dan Lembang. Sepanjang jalan kami masih belum menentukan akan menginap di mana. Karena kami berEnam, maka sepertinya hotel kurang cocok. Maka terpikirkanlah mencoba AirBNB. Setelah browsing penginapan sekitar area Lembang, kami menemukan beberapa yang good deal serta rumahnya yang bagus. Namun sayang sekali sudah disewa orang.

Setelah mengotak atik aplikasinya, ternyata ada berbagai macam filter yang dapat kita set untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kita, seperti Tanggal Check In, Jumlah hari, Jumlah kasur, Lokasi, Dan Range Harga.

Setelah pertimbangan dan diskusi, maka kami memutuskan untuk menyewa sebuah villa yang di tulis oleh Aplikasi AirBNB sebagai RARE Find. You Found a Diamond, because this place is Usually Booked. Dari label ini, maka kami semakin yakin akan pilihannya. Plus, design rumahnya kelihatan unik, modern, minimalis serta bersih.

Setelah order, kami pun mendapatkan pesan dari aplikasi AirBNB dengan memberikan alamat lengkap, lokasi di Map, WiFi Password, Serta Kode PIN untuk Key Box yang ada di pintu masuk rumah. Ternyata, semudah itu saja untuk Check In, tanpa kehadiran sang pemilik. Kita cukup jalankan google map kita menuju rumah tersebut, buka Key Box dengan PIN yang diberikan, dan Rumah tersebut tinggal kita nikmati sampai waktu CheckOut.

Setelah konfirmasi, owner pun mengirim pesan Whatsapp ke saya, memberikan kode pin yang terbaru, jam checkin yang direncanakan, serta memberikan info detil Location. Ketika tiba di Villa tersebut, Semuanya Terpukau akan design, dan sekelilingnya. Apa lagi setelah masuk ke dalam Villa, WOW WOW WOW, di luar ekspektasi. Semuanya tersedia lengkap, baik air mineral, kopi sachet, gula, gas, microwave, piring, bahkan Barbeque Pit lengkap dengan arang dan minyak.

Menjelang malam, pemilik Villa kembali mengirimkan pesan whatsapp, menanyakan ingin Sarapan Apa? What? Sudah sama sarapan? Maka kami pun mengorder sarapan yang dipilih, serta waktu Sarapan tersebut diantarkan. Luar biasa kan? Di luar ekspektasi.

Ini salah satu Service Excellent yang patut menjadi sample dan pelajaran kita, agar kita dapat merancang paket penjualan kita dengan indah, hingga ke hal-hal yang di luar ekspektasi pelanggan. Buat hingga pelanggan Anda mengatakan WOW WOW WOW berkali-kali, bahkan tidak sungkan-sungkan merekomendasikannya ke semua orang.

Afterall, perjalanan tersebut sangat WORTH IT, serta meninggalkan pengalaman yang luar biasa.

Regards,

Andi Wu

Ketika kita tidak lagi merasakan capek

Ketika kita tidak lagi merasakan capek

Yah, sharing saya hari ini sesuai judul di atas, masa-masa di saat kita tidak merasakan capek. Padahal sebenarnya kalau dirasakan, kaki pegel minta ampun, pinggang, punggung ngilu habis, kepala berat, mata mengantuk seakan sangat berat dan ingin tidur. Itulah perasaan sekilas yang kami rasakan selama perjalanan 3 hari ke Singapura.

Tapi, ada yang berbeda, herannya pada saat bersama teman-teman, tamu, sosok-sosok Leader yang menginspirasi, tubuh ini tidak lagi merasakan capek. Bahkan tidurpun hanya sejenak, digunakan untuk sharing dan menemani tamu hingga larut malam, entertain mereka dengan makan malam, perhatian, dan aktivitas yang bermanfaat.

Ketika kalangan pergaulan kita memiliki energi yang positif, tujuan yang positif, maka tubuh dan pikiran kita pun merasa nyaman, energetic, serta tidak kenal lelah. Saya melihat sebuah sosok yang menunjukkan hal ini, tanpa pamrih, tanpa lelah menyediakan waktunya untuk teman-temannya agar semua bisa sukses bersama.

Bayangkan saja setelah 2 malam kurang tidur, aktivitas yang padat selama 2 hari di Singapura dan di hari ke 3 membawa presentasi di siang hari, berangkat pulang ke Indonesia di sore hari, dan dilanjutkan lagi dengan presentasi closing di malam hari hingga lewat tengah malam. Adakah seorang pemimpin yang rela melakukan hal ini untuk rekan2nya?

A Pure Productive Giver.

Di sini kami belajar dari sosok-sosok yang luar biasa, dan membangun Karakter diri, membentuk jati diri agar dapat menjadi seorang pemimpin yang “Bernilai” bagi orang banyak. Jika Anda ingin keluar dari Zona Nyaman Anda, ingin membentuk Karakter ke arah yang Luar Biasa, dan membangun Masa depan yang cerah, Tim kami siap membantu Anda dengan penuh komitmen dan kerjasama 2 arah.
Hubungi saya di 0811 750 8837 untuk sharing apa saja yang dapat Impian yang ingin Anda Raih dalam hidup ini

Sincerely Yours,

Andi Wu

Short Review Instagram TV (IGTV)

Short Review Instagram TV (IGTV)

Setelah 1 harian mencoba IGTV, ternyata seru juga nonton dalam format vertikal, pengalaman yang lebih baru. Namun ada juga beberapa Creators menggunakan format horizontal, mungkin karena mereka menggunakan video yang sama yang diupload di Youtube.

Bagi Creators yang sudah terbiasa menggunakan Youtube, maka mereka harus membuat 2 format video yang berbeda agar tetap nyaman di tonton di kedua platform. Tapi ada juga creators yang memanfaatkan IGTV untuk video-video singkat tanpa edit, dan lebih ke Daily VLOG, Aktivitas harian mereka. Sehingga target market pun berbeda.

Di IGTV saat ini belum ada iklan, tapi tidak menutup kemungkinan akan disisipkan iklan di video-video yang beredar suatu hari nanti, sehingga Creators pun dapat mendapatkan benefit dari karya-karya mereka.

Sebagai pengguna, Pengalaman menonton Video Vertikal adalah suatu hal yang baru dan Exciting. Kenapa Exciting? Karena orang-orang suka hal-hal yang baru yang berbeda, sehingga dari waktu ke waktu, semua platform terus mengembangkan fitur-fitur mereka, untuk pengalaman pengguna yang lebih menarik dan dapat meningkatkan jumlah pengguna mereka.

Dalam sales, kita dapat mencontoh hal-hal yang dilakukan perusahaan-perusahaan raksasa ini, tentang kreatifitas mereka dalam menambahkan fitur, bahkan menciptakan hal-hal baru yang disukai orang banyak. Bagaimana kita mempresentasi produk dan jasa kita, penawaran yang kita berikan, pelayanan-pelayanan tambahan yang dapat kita berikan, serta hal-hal kreatif lainnya yang dapat membuat penjualan kita terus meningkat, Langganan kita pun terus bertambah dan setia dengan kita.

Apa saja nih hal-hal kreatif yang teman-teman pernah atau sedang lakukan untuk produk dan jasa Anda?

Regards,

Andi Wu

A Meeting After a Decade (10 Years)

Pertemuan setelah 1 Dekade (10 tahun), yah itulah yang terjadi 23 Juni 2018 kemarin, setelah 10 tahun saya meninggalkan Singapura, di mana 10 tahun lalu teman-teman pun bertemu dalam 1 acara perpisahan. 10 tahun kemudian, yaitu sekarang, semua sudah mapan, ada yang sudah berkeluarga, ada yang sudah pindah bidang (dari IT ke Sales dan sebagainya), bahkan ada yang sudah mengganti kewarganegaraannya. Selama 10 tahun belakangan, teman-teman yang dulunya sering berkumpul pun tidak pernah berkumpul lagi.

Sungguh bersyukur kami dapat dipertemukan kembali pada hari tersebut, tepat setelah 1 dekade. Semua saling catch up, sharing status saat ini, dan merecall masa-masa lalu sejenak. Tidak terasa waktu yang sangat singkat di hari itu, meninggalkan kesan yang positif di saya, dan semoga positif juga bagi teman-teman saya.
Keadaan sudah berbeda, prioritas pun sudah berbeda. Rata-rata tidak lagi jalan-jalan ke Orchard Rd, bahkan tidak selalu menikmati hidup dengan gaya lama 10 tahun lalu. Dari info teman-teman, mereka bahkan sudah lama sekali tidak ke Orchard Rd kalau tidak ada kepentingan. Padahal tempat ini tempat kami sering berkumpul setiap harinya, baik setelah jam kerja untuk pergi ke Gym, maupun di akhir pekan untuk ngafe dan shopping bareng.

Setidaknya, hal ini mengingatkan saya, time goes on, sudah saatnya Move On. Biarlah kenangan masa lalu menjadi kenangan pada masa Twenties (Umur 20an), dan saat ini di masa Thirties (Umur 30an), prioritas dan waktu pun berbeda. Manfaatkan waktu yang Ada untuk hal-hal yang lebih produktif, untuk masa depan anak-anak dan masa pensiun kita. At last, what have been holding me back is now clear after 10 years. Semoga kita semua dapat melihat lebih jauh ke depan, mempersiapkan dari sekarang impian-impian kita 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun hingga 10 tahun ke depan.

I hope to see you all again one day, when we all have been more matured and live well at each of our destinied place.

Semoga dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman semua.

Sincerely Yours,

Andi Wu

Berhenti Menunda dengan Melatih Pikiran Anda

Tugas yang paling sulit dalam menyelesaikan To-Do List adalah tugas yang tidak terlihat, yaitu: Memiliki Motivasi melakukan Semuanya. Semakin penting sebuah Tugas, semakin sulit diri kita untuk bahkan memulainya. Sebagai contoh, tugas-tugas yang kita tidak sukai, tetapi penting, di pikiran kita hal-hal yang tidak enak akan terus muncul membuat kita semakin menunda tugas tersebut. Duh saya malas deh nanti harus pergi jauh2 ke sana lagi hanya untuk meminta tanda tangan dokumen ini; Salah satu contohnya.

Salah satu trik untuk melawan masalah ini adalah melalui sebuah teknik seperti halnya pada saat bermeditasi. Caranya:
1. Duduk pada posisi nyaman
2. Bayangkan Tugas yang perlu Anda selesaikan
3. Bayangkan Tahap-Tahap yang akan dilalui
4. Ulangi dari awal hingga akhir

Seperti halnya pada saat bermeditasi, setiap kali pikiran kita melenceng dari fokus, terutamanya pada saat kita membayangkan hal-hal yang tidak kita sukai, Tarik nafas dalam-dalam, dan mulai kembali dari AWAL dan terus lakukan hingga bayangan Tugas kita sangat jelas dan nyata.

Ini salah satu cara yang ampuh dalam memecahkan tugas Anda ke beberapa bagian, sehingga akan terasa lebih mudah dilakukan. Masalah utama ada pada Langkah Pertama kita dalam melakukan sebuah tugas tertentu, sehingga ini lah yang mengarah kepada Penundaan (Procrastination) yang sering menjadi masalah kita. Setelah kita berhasil melakukan latihan ini, maka tugas2 kita akan lebih banyak terselesaikan, Procrastination pun akan hilang dari kamus diri kita.

Selamat Mencoba, semoga hal ini bermanfaat.

Dirangkum dan Translasi dari Lifehacker.com

Regards,

Andi Wu

Customizing The Need

*Customizing The Need*

Haloo,

Pernahkah Anda meng-kustom produk/jasa Anda sesuai dengan kebutuhan pelanggan Anda?

Beberapa minggu yang lalu, papa saya iPhonenya rusak tombol homenya, sehingga saya di suruh cek apa kerusakannya. Karena memang tombolnya yang rusak, lalu papa saya minta ganti hp saja. Yah saya kasi hp Android yang digunakan sebagai demo unit di toko, yang fungsinya paling sederhana dan tidak memusingkan.

Lalu saya setuplah hp nya sesuai penggunaannya, pindahkan foto2 dari iphone lama, restore kontak2 di buku teleponnya, dan setup Whatsappnya. Dan saya matikan paket datanya karena tidak pernah menggunakan paket data.

Setelah 1 minggu penggunaan, tiba2 papa saya bilang kok tagihan kartu Halo saya sudah 100rban saja? Waduh ini pasti telponan gak ketutup nih, karena rata2 menggunakan layar sentuh, sehingga jika pada saat menutup telpon, ketekan home, dan telponnya jalan terus.

Atau paket datanya kehidup tanpa sengaja karena asal tekan di layar handphonenya. Saya jadi pusing, ya udah saya blg kalau mau matikan telpon harus tekan yang merah ini, kalau gak tekan, telponya jalan terus. Ringtonenya sudah di set lagu classic, suara paling besar, tambah getaran lagi.

Case solved. Sebulan kemudian setelah tagihan sebelumnya di bayar, sekarang papa saya bilang lagi, itu tagihan bulan ini sudah 125rb saja tuh, padahal baru beberapa hari saja. Waduh, ketekan apa lagi nih. Trus widget jam di homescreenya juga sudah hilang. Wah ini asal tekan lagi nih, atau masuk ke kantong dalam kondisi layar belum terkunci.

Saya otak atik lagi di setting, kali ini saya hapus APN di settingan datanya, sehingga walaupun mobile data dihidupkan, tidak akan terhubung ke internet. Saya cari-cari lagi opsi dari hp ini soal menutup panggilan telepon, ketemulah fungsi Tombol Power yang jika ditekan pada saat telponan, otomatis menutup panggilan tersebut. Kita lihat saja 1 bulan ke depan, apa ada masalah lagi dengan kebocoran paket data ataupun panggilan telpon yang tidak sengaja tertekan.

Pernahkah Anda menemukan pelanggan yang baru dan asing akan produk yang baru saja di belinya? Dan kita tidak tahu percis sejauh mana mereka menguasainya, ataupun masalah apa saja yang biasa dialaminya dan yang akan dialaminya di kemudian hari. Follow Up adalah salah satu manfaat yang terbesar yang dapat Anda berikan kepada pelanggan Anda, siapa tahu setelah 1 minggu penggunaan ada fitur atau fungsi yang mereka tidak mengerti, Anda dapat bertemu kembali dengan pelanggan Anda, mengajarkannya, dan mengkustom produk/jasa tersebut sesuai kondisi penggunaannya.

Bayangkan jika Anda tidak pernah follow up, mungkin pelanggan ini sudah lari ke tangan orang lain? Nothing is wrong with Following Up. If you are always connected with your customer, then your customer will be the one always Buying from you. Customize your Goods and Services according to your Customer’s Needs. Have a wonderful Holiday, Selamat Menyambut Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.

Sincerely Yours,

Andi Wu
www.andiwu.com

Fixing Our Beliefs

Howdy, its been awhile since I last wrote something. I will try to share more often, and perhaps once in awhile in English and Indonesian language.

Since following ERASE Workshop last June in Pekanbaru, I felt that my subconscious is always at the awareness state, and met lots of Clicked Moment, which makes me recalling all the past memories, and thoughts. Well, it seems they are asking those to be fix and clear to a correct thoughts and beliefs.

Believing in surviving the economy crisis right now is “Adequate” is not right. Even when the economy is bad, there are people who still succeeds and earning more than we have. Losing money every month is not GOOD either, that means we are wasting our time and effort. AND We are not Working Hard and Smart enough to succeed in our business.

I came to think of the time of no worries few years back, and my business get to grow from month to month, until a year and after that it stays right at that spot and going up and down. I came to think again, what is actually the problem? Is it my plan to make the business autopilot, and then my way of implementing is wrong and too fast to let loose the control? And worst of all, lack of focus in searching for opportunities within that industry itself.

Believing in wrong thing, might result in wrong outcome, that we never improve, or even move. Our time is all wasted, whilst our competitors and friends are moving all the way up up up and suddenly we felt so small and weak. It is different when we first started up, we have no fear, we aimed to be better than the competitors although we are new and fresh. Having this kind of thoughts and bravery all the way up is supposedly to make us stronger and better. If we lose this spirit, then we are done.

So, lets check our beliefs, see whether it is right or not? Check with your friends, your mentors, your seniors, see their perspectives, and judge yourself. But out of all, act it out, fix it, and CHASE the broken DREAMS. Its never too late to rocket your way up higher than before. Afterall, being in the ordinary level makes us learn and get slapped all the time, now its time to WAKE UP, and Believe in the Right Way.

Survival of The Fittest

As the title suggests, we are in the era of open market. Everyone can sell, even right from their phone and home. Thinking about retail, makes me wonder, which way shall we go?

As we know, there are plenty of brands in smartphone industry itself. A lot came into Indonesia, and not little left for home too. Only the fittest can last. Maybe those who left are not in the right track, not in the right favor of Indonesia’s market. Industry’s giant of course keep dominating, and has the largest market share. Not saying about the brand only, but the Distributors and Large Retailers.

What do we do as a small retail that wanted to go big? Online? But its already bleeding out there. Colabs? Who do we collaborate with? Who will want to collaborate with us?

This has become my thoughts lately. Small retails vs Big Retails which the latter sells aggresively, having the power of large customer base, how could a small retail gain its special interests? I’ve one vision came through my mind last night, a vision of my 1 building store, focusing on just a few brands, getting better and better, gaining more customer base, and succeed in this belief: “Focus on the Strong Brand which Gives Hope and Support Continuously”. Don’t be led by offerings from others that might distract you from your focus, know your stand, refocus, and Fight for it.

Well, that should help. Let’s see how’s the fight for the fittest in this open market era will become in the near future.

ProAktif

Semangat Pagi

Sudah lama rasanya tidak menulis lagi, pagi ini Saya ingin sharing sedikit nih tentang response yang sering saya dapat pada saat mengumumkan Lowongan Kerja di sosmed.

Kemarin saya mengupload pengumuman Lowongan Kerja untuk teknisi di sosmed dengan penjelasan syarat dan kriteria yang dibutuhkan ditambah Manfaatnya.

Selang 10 jam kemudian, pesan2 bermunculan, rata2 menanyakan:
1. Lowongannya masih ada Gan?
2. Syaratnya apa gan?
3. Ijazah saya belum keluar gan, gimana?
4. Kalau hanya bisa begini begitu, apa bisa?
5. Lokasinya di mana?

Ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul, dan sebagian diulangi oleh beberapa orang yang berbeda.

Lalu saya tambahkan di bawah pengumuman tersebut sebuah kalimat:

“Penting! Pertanyaan persyaratan, lowongan masih ada, dan segalanya tidak akan dijawab lg yah, karena kalau serius, semua sudah di tls di atas. Biasakan baca sampai habis dan action lebih dulu.”

Saya mencoba mengetes apakah mereka benar2 membaca hingga tuntas. Ternyata rata2 tidak membaca, hanya membaca beberapa kalimat di awal.

Dan alamatpun tidak mereka usahakan membacanya di Profile sosmed tersebut, padahal semua sudah di paparkan dengan detail.

Nah, pernah di panggil dengan panggilan Gan?

Gan itu apa sih? Bagi kaskusers mungkin tahu, yaitu singkatan dari Juragan. Sebaiknya panggilan ini digunakan hanya pada forum tersebut, maupun pada jualbeli Online.

Namun ini hanyalah detail2 kecil yang membuat saya berpikir, tidak adakah calon karyawan yang proaktif lagi saat ini?

Tentunya bukan proaktif bertanya, tetapi proaktif Action. Saya sering terbayang saat-saat saya mencari kerja 11 tahun yang lalu. Saya menyiapkan Cover Letter yang baik dan menarik, merapikan Resume/CV saya dan memasukan pengalaman serta informasi yang lengkap, mencari tahu latar belakang perusahaan dan informasi lengkap perusahaan tersebut.

Well, mungkin Jaman sudah berubah, semuanya suka yang instan, dan sangking mudahnya menanyakannya melalui sosial media, maka hal-hal di atas mungkin tidak lagi terpikirkan, atau mungkin tidak ada yang ajarin.

Salam sukses,

Andi Wu