Category Archives: Information Technology

Short Review Instagram TV (IGTV)

Short Review Instagram TV (IGTV)

Setelah 1 harian mencoba IGTV, ternyata seru juga nonton dalam format vertikal, pengalaman yang lebih baru. Namun ada juga beberapa Creators menggunakan format horizontal, mungkin karena mereka menggunakan video yang sama yang diupload di Youtube.

Bagi Creators yang sudah terbiasa menggunakan Youtube, maka mereka harus membuat 2 format video yang berbeda agar tetap nyaman di tonton di kedua platform. Tapi ada juga creators yang memanfaatkan IGTV untuk video-video singkat tanpa edit, dan lebih ke Daily VLOG, Aktivitas harian mereka. Sehingga target market pun berbeda.

Di IGTV saat ini belum ada iklan, tapi tidak menutup kemungkinan akan disisipkan iklan di video-video yang beredar suatu hari nanti, sehingga Creators pun dapat mendapatkan benefit dari karya-karya mereka.

Sebagai pengguna, Pengalaman menonton Video Vertikal adalah suatu hal yang baru dan Exciting. Kenapa Exciting? Karena orang-orang suka hal-hal yang baru yang berbeda, sehingga dari waktu ke waktu, semua platform terus mengembangkan fitur-fitur mereka, untuk pengalaman pengguna yang lebih menarik dan dapat meningkatkan jumlah pengguna mereka.

Dalam sales, kita dapat mencontoh hal-hal yang dilakukan perusahaan-perusahaan raksasa ini, tentang kreatifitas mereka dalam menambahkan fitur, bahkan menciptakan hal-hal baru yang disukai orang banyak. Bagaimana kita mempresentasi produk dan jasa kita, penawaran yang kita berikan, pelayanan-pelayanan tambahan yang dapat kita berikan, serta hal-hal kreatif lainnya yang dapat membuat penjualan kita terus meningkat, Langganan kita pun terus bertambah dan setia dengan kita.

Apa saja nih hal-hal kreatif yang teman-teman pernah atau sedang lakukan untuk produk dan jasa Anda?

Regards,

Andi Wu

Customizing The Need

*Customizing The Need*

Haloo,

Pernahkah Anda meng-kustom produk/jasa Anda sesuai dengan kebutuhan pelanggan Anda?

Beberapa minggu yang lalu, papa saya iPhonenya rusak tombol homenya, sehingga saya di suruh cek apa kerusakannya. Karena memang tombolnya yang rusak, lalu papa saya minta ganti hp saja. Yah saya kasi hp Android yang digunakan sebagai demo unit di toko, yang fungsinya paling sederhana dan tidak memusingkan.

Lalu saya setuplah hp nya sesuai penggunaannya, pindahkan foto2 dari iphone lama, restore kontak2 di buku teleponnya, dan setup Whatsappnya. Dan saya matikan paket datanya karena tidak pernah menggunakan paket data.

Setelah 1 minggu penggunaan, tiba2 papa saya bilang kok tagihan kartu Halo saya sudah 100rban saja? Waduh ini pasti telponan gak ketutup nih, karena rata2 menggunakan layar sentuh, sehingga jika pada saat menutup telpon, ketekan home, dan telponnya jalan terus.

Atau paket datanya kehidup tanpa sengaja karena asal tekan di layar handphonenya. Saya jadi pusing, ya udah saya blg kalau mau matikan telpon harus tekan yang merah ini, kalau gak tekan, telponya jalan terus. Ringtonenya sudah di set lagu classic, suara paling besar, tambah getaran lagi.

Case solved. Sebulan kemudian setelah tagihan sebelumnya di bayar, sekarang papa saya bilang lagi, itu tagihan bulan ini sudah 125rb saja tuh, padahal baru beberapa hari saja. Waduh, ketekan apa lagi nih. Trus widget jam di homescreenya juga sudah hilang. Wah ini asal tekan lagi nih, atau masuk ke kantong dalam kondisi layar belum terkunci.

Saya otak atik lagi di setting, kali ini saya hapus APN di settingan datanya, sehingga walaupun mobile data dihidupkan, tidak akan terhubung ke internet. Saya cari-cari lagi opsi dari hp ini soal menutup panggilan telepon, ketemulah fungsi Tombol Power yang jika ditekan pada saat telponan, otomatis menutup panggilan tersebut. Kita lihat saja 1 bulan ke depan, apa ada masalah lagi dengan kebocoran paket data ataupun panggilan telpon yang tidak sengaja tertekan.

Pernahkah Anda menemukan pelanggan yang baru dan asing akan produk yang baru saja di belinya? Dan kita tidak tahu percis sejauh mana mereka menguasainya, ataupun masalah apa saja yang biasa dialaminya dan yang akan dialaminya di kemudian hari. Follow Up adalah salah satu manfaat yang terbesar yang dapat Anda berikan kepada pelanggan Anda, siapa tahu setelah 1 minggu penggunaan ada fitur atau fungsi yang mereka tidak mengerti, Anda dapat bertemu kembali dengan pelanggan Anda, mengajarkannya, dan mengkustom produk/jasa tersebut sesuai kondisi penggunaannya.

Bayangkan jika Anda tidak pernah follow up, mungkin pelanggan ini sudah lari ke tangan orang lain? Nothing is wrong with Following Up. If you are always connected with your customer, then your customer will be the one always Buying from you. Customize your Goods and Services according to your Customer’s Needs. Have a wonderful Holiday, Selamat Menyambut Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.

Sincerely Yours,

Andi Wu
www.andiwu.com

Tech on Weekend: Tips Foto yang Menarik untuk Instagram

Tech on Weekend: Tips Foto yang Menarik untuk Instagram

Happy Sunday Teman-Teman sekalian

Sudah pada punya Instagram? Pasti banyak dari kita yang sudah punya yah. Trus pernah lihat gak yang followernya ratusan ribu orang, bahkan jutaan?

Foto yang di upload bagaimana? Pasti bagus-bagus yah, anglenya pun unik-unik, seperti difotoin pakai photografer profesional. Sebenarnya kita-kita juga bisa loh posting foto yang bagus dan menarik di instagram. Gak perlu DSLR malahan.

Saat ini rata-rata smartphone kita sudah bagus kan ya kameranya. Coba manfaatkan dan mulai dari menggunakan smartphone kamu. Berikut beberapa tips mengambil foto yang menarik buat Instagram:

1. Agar lebih menarik, coba ambil foto langsung dengan format Square (petak). Pada Kamera ada settingnya size foto yaitu Rectangle, 4:3 atau 16:9 (Full). Untuk landscape dan street, saya lebih suka yang 16:9 kemudian saya masukan ke dalam bingkai segi empat. Ini salah satu foto khas para pengguna Fujifilm. Kalau paling umum sih Rectangle yah, alias Segi Empat, atau 1:1. Kamu bisa sesuaikan opsi kamu, maupun mengkombinasikannya. Ada instagramers yang memasang 2 gambar Square, dan di selingi 1 gambar 16:9. Sehingga tampilan pada Timelinenya pun memiliki Pola yang menarik.

2. Ambil foto dengan angle alias sudut-sudut yang berbeda dan perhatikan mana yang lebih menarik perhatian. Atur posisi objek sehingga sudut pandang audience foto Anda akan terarah ke objek tersebut. Anda bisa melatih sudut pandang melalui foto-foto karya instagramers yang terkenal. Bahkan ada yang suka Flat Lay, yaitu mengambil gambar dari atas dan objek berada pada permukaan datar di meja atau lantai. Pernah lihat orang di cafe motret makanan sampai tegak di atas kursi? Kemungkinan lagi ngambil foto flat lay atau “Hands in Frame”. Nah ini beberapa jargon dalam dunia fotografi belakangan ini. Hands In Frame artinya mengambil foto dengan adanya tangan yang sedang memegang objek.

3. Pencahayaan sangat penting. Foto makanan atau objek ada pada siang hari, dan manfaatkan pencahayaan dari luar ruangan; misalnya dengan menempatkan objek di dekat jendela. Jika ruangan cukup gelap, Anda bisa memanfaatkan LED pada smartphone teman Anda, hidupkan fitur Senternya, dan gunakan untuk pencahayaan pada objek Anda.

4. Touch Up Foto Anda dengan aplikasi untuk menambah mood pada foto tersebut. Namun jangan Over Editing yah. Beberapa aplikasi yang terkenal saat ini yaitu VSCO, Snapchat dan Adobe Lightroom Mobile.

5. Bermain dengan fitur Pro / Manual pada kamera DSLR ataupun Smartphone Anda. Dengan mode manual, Anda dapat mengontrol bukaan, kecepatan shutter, maupun ISO. Salah satunya adalah mengambil Long Shutter shot pada malam hari di pinggir jalan. Hasil fotonya akan sangat cantik penuh dengan jalur lampu kendaraan yang lalu lalang. Tentunya perlu menggunakan tripod agar hasil foto terlihat maksimal ketika menggunakan long shutter.

Demikian tips sederhana dari saya, semoga foto-foto Instagram teman-teman dapat bertambah menarik dan mengundang follower yang banyak.

Jika ingin melihat karya foto-foto saya bisa mengungi instagram saya di @surfnux www.instagram.com/surfnux, dan foto-foto perjalanan kuliner saya di @RiauFoodies www.instagram.com/riaufoodies .

Happy Weekend.

Salam Bahagia,

Andi Wu

The Way of Selling – Xiao Mi

Well, since I wrote this article in Bahasa Indonesia for a community mailing list, we just let it be as that. Will find time to post more in English.


Image Source: soyacincau.com

Belakangan sering terdengar suatu merek baru Smartphone, namanya Xiao Mi, atau Mi sesuai logo pada smartphonenya. XiaoMi RedMi, XiaoMi Mi3, Powerbank XiaoMi, dan juga Tablet Xiaomi. Tetapi, adakah barangnya di toko-toko? Tidak. Bahkan belum masuk di Indonesia. Tetapi beritanya dan kabarnya pun terdengar sampai sini. Malah sempat ada beberapa supplier yang import sendiri, tetapi tidak banyak yang didapat.

Yang menarik dari cara jualan XiaoMi adalah pada teknik marketing dan selling mereka. Penawaran secara online order, jumlah unit ditentukan misalnya 100 unit, dan order di buka pada jam dan hari tertentu. Yang hebohnya, 100 unit biasanya habis dalam hitungan menit, dan mereka kemudian mengiklankan bahwa Order pertama 100 unit SOLD OUT dalam xx Menit.

Kemudian dalam selang beberapa hari, mereka akan melakukan hal yang sama, untuk produk lainnya, maupun produk yang sama dan kembali mengiklankan record waktu penjualannya. Kali ini jumlah unit akan di tingkatkan. Record baru pun kembali tercatat. Calon konsumen pun semakin menggila, melihat produknya begitu cepat terjual, pasti bagus dan tentunya memang MURAH. Dan semua orang pun berbondong-bondong mencari-cari kesempatan untuk ikut Order-Race dari XiaoMi ini.

Kemudian di masa yang lain, pihak XiaoMi pun memamerkan jumlah produk mereka dalam packaging, siap untuk dikirimkan ke pelanggan yang telah mengorder. Hal ini tentunya menambah adrenaline calon konsumen yang belum berhasil, maupun yang baru mengetahui adanya produk yang demikian.

Semakin sering kita lihat, semakin penasaran, dan semakin ingin mencoba ikut serta dalam Order-Race ini. Sayangnya XiaoMi belum tersedia di Indonesia, dan saat ini yang terdekat baru Singapura dan Malaysia. Packaging produk cukup simple dengan kotak polos Bulk tanpa banyak printing. Konsep Go Green, kesederhanaan dan juga dari sisi bisnis – low cost.

Tekniknya cukup unik, dan efektif. Karena unik dan efektif, beberapa kompetitor pun mulai meniru gaya tersebut, seperti Oppo Smartphone yang mulai membuat Online Store dan melakukan: Premium Pre-Order bagi produk Smartphone Terbaru mereka. Hari pertama, sold out. Dan diiklankan, walaupun tidak dalam hitungan menit. Selang beberapa hari kemudian, Oppo kembali melakukan Premium Pre-Order ke 2 dengan alasan: Karena tingginya minat konsumen Indonesia, kami menambahkan sesi preorder ke 2 pada tanggal xx. Kemudian keluar berita di sosial media: Website Pre-Order smartphone Oppo DOWN karena kebanjiran pengunjung dan order.

Salah satu teknik marketing yang mengena, mentargetkan Emosi dan Ego konsumen. Secara selling, menjual dengan struktur kuantitas dan waktu yang sudah direncanakan.

Apakah unik dan mengena bagi Anda jika menemui hal yang sama?

Tips membuat Filter e-mail pada Yahoo Mail Anda Untuk Merapikan Inbox

Tips membuat Filter e-mail pada Yahoo Mail Anda untuk memudahkan penerimaan maupun membaca e-mail melalui komputer / aplikasi Yahoo Mail.

Hal ini sangat berguna jika Anda menerima e-mail dalam jumlah yang cukup banyak setiap harinya, subscribe ke milis-milis, newsletter dan lain-lain. Lantas jika tidak terfilter, Inbox Anda akan penuh dengan e-mail-e-mail dari berbagi sumber dan semuanya menjadi 1. Dengan filter, masing-masing e-mail akan ada di Folder masing2.

Selain pilihan penerimaan dalam bentuk Digest untuk milis, berikut ada satu tips yang saya buat, untuk Inbox lebih terorganisir. Yaitu menggunakan Filter.

Jika Anda menggunakan Yahoo Mail, login ke Yahoo Mail Anda di komputer.
Di pojok kanan atas ada gambar gerigi (untuk settings). Klik pada gambar gerigi tersebut.
Pilih menu di pojok kiri: Filters
Klik: “+Add” – isi di kolum “Subject: Contains:” dengan “komisi” untuk filter e-mail dari KOMISI
dan di bagian bawah: Then deliver the email to the following folder: Klik panah di kotaknya, dan pilih new folder: Namakan folder tersebut: Milis Komisi atau apa yang Anda ingin namakan.


Image Source: pcpandora.com

Dengan begini, otomatis e-mail yang memiliki subject berisi kata “komisi” akan otomatis terfilter ke dalam folder tersebut. Dan Anda dapat membacanya kapan saja Anda memiliki waktu luang.

Semoga bermanfaat untuk Anda. Tips ini dapat Anda terapkan juga untuk e-mail lainnya yang masuk ke Inbox Anda, seperti filter e-mail kerja khusus ke folder “work” dengan mengfilter Sendernya, atau Subjectnya.

Hal ini tentunya bermanfaat jika Anda menggunakan aplikasi Yahoo Mail di smartphone Anda. Jadi, contohnya di iPhone, Anda buka Yahoo Mail, e-mail baru yg memiliki kata “komisi” di subject, otomatis tidak ada lagi di Inbox, tetapi langsung tampil di folder “KOMISI”. Jadi jika saya ingin membaca e-mail2 dari milis KOMISI, saya tinggal buka folder tersebut dan baca. Selamat mencoba.

Continue reading Tips membuat Filter e-mail pada Yahoo Mail Anda Untuk Merapikan Inbox