Cycling 50 KM to Bagan siApi Api

Be Sociable, Share!

Perjalanan 50KM Menghadapi Berbagai Macam Tantangan

Halo Teman-Teman,

Sungguh seru sekali aktivitas saya dan teman-teman hari Minggu kemarin. Kami bangun jam 5 pagi, untuk siap-siap berangkat ke kota Bagan siApi Api atau di singkat BAA. Perjalanan menggunakan mobil memakan waktu 2,5 Jam biasanya. Namun kali ini kami melewatinya dengan gaya yang berbeda.

Kami berTiga membawa sepeda MTB di atas mobil, dan mulai mengayuh sepeda ketika tiba di daerah Ujung Tanjung (kira-kira 80KM dari BAA). Pertama kam itidak menentukan target berapa KM yang perlu kami tempuh, perlengkapan semua sudah dipersiapkan. Ada mobil yang mengikuti dari belakang mengawal.

10 KM pertama terasa sangat ringan dan menyenangkan karena “Sesuatu yang Baru”. Di tambah udara yang menyejukkan di pagi hari, dan energi dari sarapan pagi yang masih penuh. 20 KM pun telah kami tempuh, salah seorang teman meminta untuk istirahat.

Setelah istirahat sejenak, 1 orang teman pun Give Up dan menaiki mobil bersama sepedanya. Tinggal kami berdua melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan kami menikmati pemandangan yang tidak selalu kami temui, seperti Sawah, Sungai Rokan, Perumahan kampung, bahkan saya ketemu seorang anak sedang main ayunan yang digantung di pohon yang besar. Di atas pohon tersebut terdapat sebuah rumah kecil yang dibuat, seperti masa kecil jaman dahulu. Seru sekali.

Setelah 30 KM, setiap 5 KM mulai terasa bagi kami. Kami tetap bertahan mencoba mengejar sebuah record baru dengan target 40 KM. Terus mengayuh dengan konsisten, meminum air secukupnya, dan setiap kali jam di tangan bergetar, menandakan 5 KM telah dilalui, maka kami semakin semangat mengejar 5 KM berikutnya.

Setelah 40 KM dan beristirahat sejenak untuk mengeringkan keringat yang menganggu pandangan, mengisi asupan kalori sedikit, kami berdua pun bertekad melanjutkan hingga 50 KM. Bahkan teman saya pun mengatakan: Mari kita teruskan sampai batas yang tidak dapat ditahan lagi.

10 KM terakhir ini terasa sedikit berat karena kami harus menghadapi jalan yang penuh dengan tanjakan dan udara yang sudah semakin panas. Sungguh puas rasanya ketika angin dingin berhembus, bahkan ketika melewati daerah yang penuh dengan pepohonan; badan ini rasanya berterima kasih sekali akan keteduhan yang dirasakan.

Pada KM ke 50, di mana masih tersisa sedikit energi untuk melanjutkan hingga ke kota BAA, kami pun memutuskan untuk mencukupinya. Suatu pencapaian yang baru, berbeda dan menarik. Kami pun kembali menaiki mobil untuk meneruskan perjalanan hingga kota BAA. Lega rasanya dapat duduk di mobil, mandi air dingin ketika tiba di BAA, dan menikmati segelas kopi susu hangat.

Tidak dilupakan pemandangan kota BAA yang begitu Tenang, Santai dan tanpa beban. Dan akhirnya menikmati kuliner khas Bagan yang Maknyusss…

Pada perjalanan pulang, dengan energi yang tersisa sedikit, namun semangat yang masih ada kami bertiga menemani seorang teman yang telah menunggu di kota BAA untuk ikut mengayuh sepeda pada perjalanan pulang ke kota Dumai. Kami mulai mengayuh sekitar jam 14.00, dan pada KM ke 22 saya dan seorang teman akhirnya tidak sanggup lagi karena cuaca sangat panas menyengat, jauh lebih menyengat dari pagi hari. Kedua teman lainnya akhirnya menyelesaikan usaha mereka pada KM ke 27 tepat pada sebuah mini market di mana kami menikmati air kelapa dingin dan roti sebagai imbalan atas usaha kali ini. Dan itulah perjalanan kami di hari Minggu kemarin, tiba kembali di kota Dumai pada pukul 19.00 WIB.

Rata-rata perjalanan menggunakan sepeda memakan waktu 15 menit setiap 5 KM, sehingga total perjalanan kami mengayuh sepeda kira-kira 3 Jam 45 Menit. Perjalanan panjang ini tentunya dapat kita jadikan pelajaran dalam menjalani hidup kita sehari-hari.

1. Start Easy at Your Own Pace (Mulai dengan mengikuti kemampuan diri kita dan tidak dipaksakan)
2. Ada kalanya kita perlu mencoba Go Beyond Limit
3. Menentukan Target sedikit di atas rata-rata
4. Breaking Down the Target into Segments (Membagi Target ke Segmen Kecil agar lebih mudah dicapai)
5. Tidak Puas Begitu saja pada saat mencapai target tertentu
6. Pertahankan Semangat yang tersisa untuk terus Maju dan Mencoba
7. Ketika Kondisi sudah tidak memungkinkan, Beristirahatlah
8. Jika Anda sudah pada Limit yang di atas rata-rata, Maka Bersyukur dan BerkeCukupan lah
9. Berikan diri Anda Reward setelah mencapai goal tertentu
10. Jangan berlebihan mereward diri Anda (Godaan kuliner kota BAA yang begitu menggiurkan terpaksa kami tahan dan waktu pun tidak mendukung karena di siang hari banyak tempat makan yang tutup)

Be Sociable, Share!

4 thoughts on “Cycling 50 KM to Bagan siApi Api”

  1. sorry.. but ur 50km sounds really difficult..
    was it full of ascending road? or gears were not suitable?
    just asking..

    1. Well, our 50KM is with Mountain Bike, Which we do not modified for the road. The road were fine, only a few kilometers with climbing and descending, the rests were flat. We could have gone faster, but since each of us has different level of stamina and endurance, we have to wait for the others. Sometimes I rode far in front, then I slowed down.

      I planned on using roadbike though, but the road is not so smooth and plenty of holes.

  2. oh i see.. yeah indeed it took longer if we cycle with friends those arent the same stamina level with us..
    ok bro.. keep on cycling..
    i once spent 50mins cycling with new friend, normally it takes about 25mins on the same route

    1. 🙂 Btw which David are you? Happy Cycling, nowadays we only cycle around town, sometimes offroad which is really tiring, like 25-30km in the afternoon. If to cycle 100km, I would prefer on roadbike, it might be more consistent, lighter and faster. Just have to find a better road quality.

Leave a Reply to David Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *