Play to Lose

Be Sociable, Share!

Bermain Untuk Kalah

Pernah gak, suatu kali Anda cukup puas akan sebuah permainan, ingin mencoba pengalaman yang berbeda, dan mengumpulkan hal-hal yang belum didapat pada permainan tersebut? Gile Loe, Gak ada kerjaan yah? Bisa saja teman Anda mengatakan begitu kepada Anda. 🙂

Contoh pada game Android/iOS Clash Royale yang seperti permainan catur dan strategi perang, Jika Anda sudah main cukup lama, katakanlah sekarang sudah pada Arena 9 (1 arena lagi ke Arena terakhir), dan Anda belum mendapatkan “pasukan” yang Limited Edition pada Arena lainnya, gamenya gitu-gitu aja pada Arena 9 karena pasukan kita saat ini belum kuat.

Coba deh, turun Arena. Caranya turun Arena? Ya bermain untuk Kalah, baru Trophies Anda berkurang dan akhirnya turun Arena.

Tapi….

Bermain untuk kalah ini ternyata tidak secepat yang kita inginkan. Karena pihak lawan tidak tahu kita mau kalah, dan mereka tetap pada strategi pemikirannya yang benar-benar serius. Jadi, mau kalah pun harus pakai strategi.

Salah satu strategi, kita harus memulai lebih dulu. Kalau tidak, pihak lawan akan menunggu hingga waktu yang tepat untuk memulai. Bahkan ada yang rela menunggu sangat lama, menunggu lawannya bergerak terlebih dahulu. Karena pola pikir setiap orang yang berbeda, strategi yang berbeda, banyak sekali penemuan yang luar biasa pada saat “bermain untuk kalah” ini.

Sebagian lawan bergerak dengan hati-hati sekali, walaupun kita sudah mulai terlebih dahulu, dan ketika semua pasukan di arena sudah kosong, mereka kembali menunggu. Waduh ini orang taunya defence melulu, tidak berani memulai.

Ada yang ketika kita belum mulai sudah menyerang dengan gila nya. Dan kita biarkan saja dia menang. Dan mereka sungguh bahagia berhasil menang dengan mudah. Sedangkan dari sisi kita, yaahh kan gua sengaja mau kalah. Ingat, setiap kemenangan tidak berarti Anda sudah sukses dan selesai perjuangannya.

Ada kala kita ketemu juga teman seperjuangan, yang Visinya sama, yaitu bermain untuk kalah. Sama-sama gak mau gerak, saling memancing. Trus jika kita bergerak terlalu agresif, mereka langsung berhenti menyerang dan berterima kasih. Dan akhirnya kita gak jadi kalah deh.

Sungguh banyak pengalaman yang baru dan berbeda ketika kita bermain untuk kalah – melawan arus yang seharusnya. Tetapi tentunya kita dapat belajar banyak hal agar kita dapat maju lebih kencang lagi, semakin kuat dari segala sisi (team, strategy, timing, patience, persistence) dan memiliki sudut pandang yang berbeda.

Semoga sharing ini bermanfaat.

Salam Sukses,

Andi Wu

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *