Setiap Konsumen Membutuhkan Perhatian Lebih

Be Sociable, Share!


Image Credits: playbook.amanet.org

Ada satu pengalaman yang mengusik saya untuk membahas topik ini, yaitu kemarin saya kedatangan 1 keluarga customer – bapak, ibu, anak dengan membawa sebuah tablet terbungkus case. Mereka menginfokan kerusakan pada tablet tersebut, dan saya langsung mengeceknya dan memberikan analisa.

Setelah di tanya dan dicoba-coba, memang benar terjadi masalah pada port MicroUSB tempat chargingnya. Kemudian saya menanyakan apakah masih garansi? Masih, tetapi di tempat saya beli di tolak katanya tidak masuk kategori garansi. Terus saya terusik untuk mencoba membantu, menghubungi supplier yang saya kenal, dan sebenarnya masih ada harapan.

Setidaknya kita bisa mencoba mengirimkan ke service center untuk dipastikan dan jika garansi hangus pun, masih ada usaha untuk diperbaiki, setidaknya dengan sedikit tambahan biaya. Tetapi dengan menolak mentah2? Alhasil customer pun mencari pelarian di mana masih ada beberapa orang yang ingin mencoba membantu.

Jadi, saya memberikan 2 solusi kepada customer tersebut.

1. Kita coba kirim ke service center untuk di periksa lebih teliti lagi, apakah masih bisa di bantu garansi, atau setidaknya masih bisa di servis bebas biaya. Kalau garansi hangus, biaya perbaikan berapa kita konfirmasi kembali. Dan worst case scenario, walaupun tidak jadi diperbaiki, hanya rugi ongkos kirim Rp. 20.000. Kira-kira memakan waktu 1 minggu hingga 1 bulan tergantung antrian di Service Center.

2. Kalau gak mau menunggu, kita coba perbaikan oleh ahli perbaikan handphone, yaitu tetangga kita. Mereka khusus memperbaiki handphone, dan kadang-kadang tablet pun bisa diperbaiki.

Jawaban customer kalau pilih opsi 1: Tapi barang ini tidak saya beli di sini loh. Tidak apa-apa, service centernya kan sama. Dan kita bisa bantu.

Dan hati pun lega memberikan bantuan dan perhatian kepada customer yang bukan customer langsung, dan mungkin calon customer di masa yang akan datang. Walaupun mereka akhirnya tidak jadi karena tidak mau tunggu lama, akhirnya mencoba peruntungan di keahlian tetangga saya.

Sama halnya dengan kita sebagai dealer, kita membutuhkan perhatian lebih dari supplier kita maupun principal. Ketika tidak ada perhatian maupun follow up dari supplier, baik itu ada keluar produk baru, ada promo, atau ada informasi terbaru yang penting dan berguna, maka mungkin hati ini akan berpaling ke yang lebih memperhatikan kita.

Apakah Anda sudah memberikan perhatian lebih kepada customer Anda? Dealer Anda? Baik itu dengan Say Hi, Wish Birthday, dan dengan ikhlas membantu walaupun tidak beli dari kita?

And Thank God Its Friday.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *