Berhenti Menunda dengan Melatih Pikiran Anda

Tugas yang paling sulit dalam menyelesaikan To-Do List adalah tugas yang tidak terlihat, yaitu: Memiliki Motivasi melakukan Semuanya. Semakin penting sebuah Tugas, semakin sulit diri kita untuk bahkan memulainya. Sebagai contoh, tugas-tugas yang kita tidak sukai, tetapi penting, di pikiran kita hal-hal yang tidak enak akan terus muncul membuat kita semakin menunda tugas tersebut. Duh saya malas deh nanti harus pergi jauh2 ke sana lagi hanya untuk meminta tanda tangan dokumen ini; Salah satu contohnya.

Salah satu trik untuk melawan masalah ini adalah melalui sebuah teknik seperti halnya pada saat bermeditasi. Caranya:
1. Duduk pada posisi nyaman
2. Bayangkan Tugas yang perlu Anda selesaikan
3. Bayangkan Tahap-Tahap yang akan dilalui
4. Ulangi dari awal hingga akhir

Seperti halnya pada saat bermeditasi, setiap kali pikiran kita melenceng dari fokus, terutamanya pada saat kita membayangkan hal-hal yang tidak kita sukai, Tarik nafas dalam-dalam, dan mulai kembali dari AWAL dan terus lakukan hingga bayangan Tugas kita sangat jelas dan nyata.

Ini salah satu cara yang ampuh dalam memecahkan tugas Anda ke beberapa bagian, sehingga akan terasa lebih mudah dilakukan. Masalah utama ada pada Langkah Pertama kita dalam melakukan sebuah tugas tertentu, sehingga ini lah yang mengarah kepada Penundaan (Procrastination) yang sering menjadi masalah kita. Setelah kita berhasil melakukan latihan ini, maka tugas2 kita akan lebih banyak terselesaikan, Procrastination pun akan hilang dari kamus diri kita.

Selamat Mencoba, semoga hal ini bermanfaat.

Dirangkum dan Translasi dari Lifehacker.com

Regards,

Andi Wu

Customizing The Need

*Customizing The Need*

Haloo,

Pernahkah Anda meng-kustom produk/jasa Anda sesuai dengan kebutuhan pelanggan Anda?

Beberapa minggu yang lalu, papa saya iPhonenya rusak tombol homenya, sehingga saya di suruh cek apa kerusakannya. Karena memang tombolnya yang rusak, lalu papa saya minta ganti hp saja. Yah saya kasi hp Android yang digunakan sebagai demo unit di toko, yang fungsinya paling sederhana dan tidak memusingkan.

Lalu saya setuplah hp nya sesuai penggunaannya, pindahkan foto2 dari iphone lama, restore kontak2 di buku teleponnya, dan setup Whatsappnya. Dan saya matikan paket datanya karena tidak pernah menggunakan paket data.

Setelah 1 minggu penggunaan, tiba2 papa saya bilang kok tagihan kartu Halo saya sudah 100rban saja? Waduh ini pasti telponan gak ketutup nih, karena rata2 menggunakan layar sentuh, sehingga jika pada saat menutup telpon, ketekan home, dan telponnya jalan terus.

Atau paket datanya kehidup tanpa sengaja karena asal tekan di layar handphonenya. Saya jadi pusing, ya udah saya blg kalau mau matikan telpon harus tekan yang merah ini, kalau gak tekan, telponya jalan terus. Ringtonenya sudah di set lagu classic, suara paling besar, tambah getaran lagi.

Case solved. Sebulan kemudian setelah tagihan sebelumnya di bayar, sekarang papa saya bilang lagi, itu tagihan bulan ini sudah 125rb saja tuh, padahal baru beberapa hari saja. Waduh, ketekan apa lagi nih. Trus widget jam di homescreenya juga sudah hilang. Wah ini asal tekan lagi nih, atau masuk ke kantong dalam kondisi layar belum terkunci.

Saya otak atik lagi di setting, kali ini saya hapus APN di settingan datanya, sehingga walaupun mobile data dihidupkan, tidak akan terhubung ke internet. Saya cari-cari lagi opsi dari hp ini soal menutup panggilan telepon, ketemulah fungsi Tombol Power yang jika ditekan pada saat telponan, otomatis menutup panggilan tersebut. Kita lihat saja 1 bulan ke depan, apa ada masalah lagi dengan kebocoran paket data ataupun panggilan telpon yang tidak sengaja tertekan.

Pernahkah Anda menemukan pelanggan yang baru dan asing akan produk yang baru saja di belinya? Dan kita tidak tahu percis sejauh mana mereka menguasainya, ataupun masalah apa saja yang biasa dialaminya dan yang akan dialaminya di kemudian hari. Follow Up adalah salah satu manfaat yang terbesar yang dapat Anda berikan kepada pelanggan Anda, siapa tahu setelah 1 minggu penggunaan ada fitur atau fungsi yang mereka tidak mengerti, Anda dapat bertemu kembali dengan pelanggan Anda, mengajarkannya, dan mengkustom produk/jasa tersebut sesuai kondisi penggunaannya.

Bayangkan jika Anda tidak pernah follow up, mungkin pelanggan ini sudah lari ke tangan orang lain? Nothing is wrong with Following Up. If you are always connected with your customer, then your customer will be the one always Buying from you. Customize your Goods and Services according to your Customer’s Needs. Have a wonderful Holiday, Selamat Menyambut Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.

Sincerely Yours,

Andi Wu
www.andiwu.com

Fixing Our Beliefs

Howdy, its been awhile since I last wrote something. I will try to share more often, and perhaps once in awhile in English and Indonesian language.

Since following ERASE Workshop last June in Pekanbaru, I felt that my subconscious is always at the awareness state, and met lots of Clicked Moment, which makes me recalling all the past memories, and thoughts. Well, it seems they are asking those to be fix and clear to a correct thoughts and beliefs.

Believing in surviving the economy crisis right now is “Adequate” is not right. Even when the economy is bad, there are people who still succeeds and earning more than we have. Losing money every month is not GOOD either, that means we are wasting our time and effort. AND We are not Working Hard and Smart enough to succeed in our business.

I came to think of the time of no worries few years back, and my business get to grow from month to month, until a year and after that it stays right at that spot and going up and down. I came to think again, what is actually the problem? Is it my plan to make the business autopilot, and then my way of implementing is wrong and too fast to let loose the control? And worst of all, lack of focus in searching for opportunities within that industry itself.

Believing in wrong thing, might result in wrong outcome, that we never improve, or even move. Our time is all wasted, whilst our competitors and friends are moving all the way up up up and suddenly we felt so small and weak. It is different when we first started up, we have no fear, we aimed to be better than the competitors although we are new and fresh. Having this kind of thoughts and bravery all the way up is supposedly to make us stronger and better. If we lose this spirit, then we are done.

So, lets check our beliefs, see whether it is right or not? Check with your friends, your mentors, your seniors, see their perspectives, and judge yourself. But out of all, act it out, fix it, and CHASE the broken DREAMS. Its never too late to rocket your way up higher than before. Afterall, being in the ordinary level makes us learn and get slapped all the time, now its time to WAKE UP, and Believe in the Right Way.

Survival of The Fittest

As the title suggests, we are in the era of open market. Everyone can sell, even right from their phone and home. Thinking about retail, makes me wonder, which way shall we go?

As we know, there are plenty of brands in smartphone industry itself. A lot came into Indonesia, and not little left for home too. Only the fittest can last. Maybe those who left are not in the right track, not in the right favor of Indonesia’s market. Industry’s giant of course keep dominating, and has the largest market share. Not saying about the brand only, but the Distributors and Large Retailers.

What do we do as a small retail that wanted to go big? Online? But its already bleeding out there. Colabs? Who do we collaborate with? Who will want to collaborate with us?

This has become my thoughts lately. Small retails vs Big Retails which the latter sells aggresively, having the power of large customer base, how could a small retail gain its special interests? I’ve one vision came through my mind last night, a vision of my 1 building store, focusing on just a few brands, getting better and better, gaining more customer base, and succeed in this belief: “Focus on the Strong Brand which Gives Hope and Support Continuously”. Don’t be led by offerings from others that might distract you from your focus, know your stand, refocus, and Fight for it.

Well, that should help. Let’s see how’s the fight for the fittest in this open market era will become in the near future.

ProAktif

Semangat Pagi

Sudah lama rasanya tidak menulis lagi, pagi ini Saya ingin sharing sedikit nih tentang response yang sering saya dapat pada saat mengumumkan Lowongan Kerja di sosmed.

Kemarin saya mengupload pengumuman Lowongan Kerja untuk teknisi di sosmed dengan penjelasan syarat dan kriteria yang dibutuhkan ditambah Manfaatnya.

Selang 10 jam kemudian, pesan2 bermunculan, rata2 menanyakan:
1. Lowongannya masih ada Gan?
2. Syaratnya apa gan?
3. Ijazah saya belum keluar gan, gimana?
4. Kalau hanya bisa begini begitu, apa bisa?
5. Lokasinya di mana?

Ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul, dan sebagian diulangi oleh beberapa orang yang berbeda.

Lalu saya tambahkan di bawah pengumuman tersebut sebuah kalimat:

“Penting! Pertanyaan persyaratan, lowongan masih ada, dan segalanya tidak akan dijawab lg yah, karena kalau serius, semua sudah di tls di atas. Biasakan baca sampai habis dan action lebih dulu.”

Saya mencoba mengetes apakah mereka benar2 membaca hingga tuntas. Ternyata rata2 tidak membaca, hanya membaca beberapa kalimat di awal.

Dan alamatpun tidak mereka usahakan membacanya di Profile sosmed tersebut, padahal semua sudah di paparkan dengan detail.

Nah, pernah di panggil dengan panggilan Gan?

Gan itu apa sih? Bagi kaskusers mungkin tahu, yaitu singkatan dari Juragan. Sebaiknya panggilan ini digunakan hanya pada forum tersebut, maupun pada jualbeli Online.

Namun ini hanyalah detail2 kecil yang membuat saya berpikir, tidak adakah calon karyawan yang proaktif lagi saat ini?

Tentunya bukan proaktif bertanya, tetapi proaktif Action. Saya sering terbayang saat-saat saya mencari kerja 11 tahun yang lalu. Saya menyiapkan Cover Letter yang baik dan menarik, merapikan Resume/CV saya dan memasukan pengalaman serta informasi yang lengkap, mencari tahu latar belakang perusahaan dan informasi lengkap perusahaan tersebut.

Well, mungkin Jaman sudah berubah, semuanya suka yang instan, dan sangking mudahnya menanyakannya melalui sosial media, maka hal-hal di atas mungkin tidak lagi terpikirkan, atau mungkin tidak ada yang ajarin.

Salam sukses,

Andi Wu

Tech on Weekend: Tips Foto yang Menarik untuk Instagram

Tech on Weekend: Tips Foto yang Menarik untuk Instagram

Happy Sunday Teman-Teman sekalian

Sudah pada punya Instagram? Pasti banyak dari kita yang sudah punya yah. Trus pernah lihat gak yang followernya ratusan ribu orang, bahkan jutaan?

Foto yang di upload bagaimana? Pasti bagus-bagus yah, anglenya pun unik-unik, seperti difotoin pakai photografer profesional. Sebenarnya kita-kita juga bisa loh posting foto yang bagus dan menarik di instagram. Gak perlu DSLR malahan.

Saat ini rata-rata smartphone kita sudah bagus kan ya kameranya. Coba manfaatkan dan mulai dari menggunakan smartphone kamu. Berikut beberapa tips mengambil foto yang menarik buat Instagram:

1. Agar lebih menarik, coba ambil foto langsung dengan format Square (petak). Pada Kamera ada settingnya size foto yaitu Rectangle, 4:3 atau 16:9 (Full). Untuk landscape dan street, saya lebih suka yang 16:9 kemudian saya masukan ke dalam bingkai segi empat. Ini salah satu foto khas para pengguna Fujifilm. Kalau paling umum sih Rectangle yah, alias Segi Empat, atau 1:1. Kamu bisa sesuaikan opsi kamu, maupun mengkombinasikannya. Ada instagramers yang memasang 2 gambar Square, dan di selingi 1 gambar 16:9. Sehingga tampilan pada Timelinenya pun memiliki Pola yang menarik.

2. Ambil foto dengan angle alias sudut-sudut yang berbeda dan perhatikan mana yang lebih menarik perhatian. Atur posisi objek sehingga sudut pandang audience foto Anda akan terarah ke objek tersebut. Anda bisa melatih sudut pandang melalui foto-foto karya instagramers yang terkenal. Bahkan ada yang suka Flat Lay, yaitu mengambil gambar dari atas dan objek berada pada permukaan datar di meja atau lantai. Pernah lihat orang di cafe motret makanan sampai tegak di atas kursi? Kemungkinan lagi ngambil foto flat lay atau “Hands in Frame”. Nah ini beberapa jargon dalam dunia fotografi belakangan ini. Hands In Frame artinya mengambil foto dengan adanya tangan yang sedang memegang objek.

3. Pencahayaan sangat penting. Foto makanan atau objek ada pada siang hari, dan manfaatkan pencahayaan dari luar ruangan; misalnya dengan menempatkan objek di dekat jendela. Jika ruangan cukup gelap, Anda bisa memanfaatkan LED pada smartphone teman Anda, hidupkan fitur Senternya, dan gunakan untuk pencahayaan pada objek Anda.

4. Touch Up Foto Anda dengan aplikasi untuk menambah mood pada foto tersebut. Namun jangan Over Editing yah. Beberapa aplikasi yang terkenal saat ini yaitu VSCO, Snapchat dan Adobe Lightroom Mobile.

5. Bermain dengan fitur Pro / Manual pada kamera DSLR ataupun Smartphone Anda. Dengan mode manual, Anda dapat mengontrol bukaan, kecepatan shutter, maupun ISO. Salah satunya adalah mengambil Long Shutter shot pada malam hari di pinggir jalan. Hasil fotonya akan sangat cantik penuh dengan jalur lampu kendaraan yang lalu lalang. Tentunya perlu menggunakan tripod agar hasil foto terlihat maksimal ketika menggunakan long shutter.

Demikian tips sederhana dari saya, semoga foto-foto Instagram teman-teman dapat bertambah menarik dan mengundang follower yang banyak.

Jika ingin melihat karya foto-foto saya bisa mengungi instagram saya di @surfnux www.instagram.com/surfnux, dan foto-foto perjalanan kuliner saya di @RiauFoodies www.instagram.com/riaufoodies .

Happy Weekend.

Salam Bahagia,

Andi Wu

Kisah Uniqlo Menghadapi Kegagalan

Kisah Uniqlo Menghadapi Kegagalan

“I understand Failure Completely”, says Uniqlo Founder – Tadashi Yanai.

Article by Lua Jiamin, Channel News Asia. Translated dan Rewrite by Andi Wu. source: www.channelnewsasia.com

Orang-orang mungkin tidak mengetahui kegagalan seorang CEO dan Founder dari perusahaan Retail Pakaian terbesar di Asia. Tetapi, Tadashi Yanai yang juga merupakan orang terkaya di Jepang, meyakinkan kita bahwa beliau sangat mengenal kegagalan yang dialaminya.

“I understand Failure Completely” kata Mr Yanai yang memiliki perusahaan “Fast Retailing” di mana adalah induk dari merek Uniqlo.

Ketika Uniqlo melebarkan sayapnya keluar negri, mereka gagal di Inggris. Mereka gagal di China. Merekapun gagal di Amerika.

Perusahaan retail pakaian terbesar ini memasuki pasar Inggris di 2001, membuka 21 gerai dalam masa 2 tahun. Namun perusahaan ini membesar terlalu cepat sehingga terjadi kesalahan manajemen yang akhirnya mengharuskan Uniqlo menutup 16 gerainya. Ini adalah salah satu kegagalan yang besar bagi mereka.

Tetapi, bagi seorang pendiri Uniqlo berwarganegara Jepang, 67 tahun; yang memulai dari sebuah toko sederhana pada tahun 1984 sehingga menjadi perusahaan retail pakaian 4 besar di dunia ini; kegagalan ini bukanlah akhir dari segalanya.

Namun baginya, inti dari perjalanan bisnis adalah mengejar Medali Emas. Beliau memiliki filosofi hidup: “nine failures, one success” – Sembilan Kegagalan, SATU Kesuksesan.

Mr Yanai lahir pada tahun 1949, anak dari seorang Penjahit. Ayahnya menjalankan usaha pembuatan Jas bagi pekerja kantoran di Jepang. Mr. Yanai memiliki visi yang berbeda mengenai Pakaian. Bagi beliau, pakaian kasual lebih memiliki pangsa pasar yang besar daripada pakaian Formal.

Berdasarkan data dari Forbes, Mr. Yanai adalah orang terkaya di Jepang saat ini melalui Saham yang dimilikinya pada perusahaan Fast Retailing. Berdasarkan visinya untuk menjadikan Fast Retailing sebuah perusahaan retail pakaian Nomor 1 di 2020 mendatang, maka beliau digambarkan akan terus menambah nilai kekayaannya.

“Kami sudah pada jalur yang tepat…. Kami memiliki Kemampuan untuk ini, tanpa Keraguan”, kata Mr. Yanai dengan penuh keyakinan.

“People are quite afraid of failure, so they don’t succeed”
“Banyak orang takut akan kegagalan, maka dari itu mereka tidak berhasil”

Ketika ditanya, kenapa tidak menargetkan pada peringkat kedua atau ketiga terbesar di dunia, Mr. Yanai menjawab: Tidak ada pilihan bagi seorang atlit Olimpiade untuk mengatakan Saya hanya cukup mengejar Medali Perunggu”

“Kami mau memberikan yang terbaik demi mendapatkan Medali Emas” tambahnya.

Spirit Combative Mr Yanai jelas terlihat pada pelebaran sayap Uniqlo secara agresif; tidak hanya di Asia, tetapi hingga ke pasar Eropa dan Amerika yang dulunya didominasi oleh perusahaan Barat seperti Inditex, perusahaan asal Spanyol seperti Zara dan H&M.

Setiap Minggu, ada 1 gerai Uniqlo baru yang dibuka di belahan dunia. Tetapi kali ini, mereka tidak lagi takut akan membuka cabang terlalu cepat seperti yang lalu. Bahkan 10 gerai Uniqlo di London yang dulunya pernah menjadi kegagalan terbesar bagi mereka, kini sudah menghasilkan keuntungan dan perkembangan yang baik.

Perkembangan pesat ekonomi di Asia merupakan salah satu pendorong perkembangan perusahaannya. Apa yang telah dilakukan di China, Dapat juga terjadi di Asia Tenggara. Uniqlo kini pun juga telah menjadi retail pakaian terbesar di China.

“I get the sense I am a tough boss” – “Saya merasakan bahwa saya adalah seorang Bos yang Kokoh”

Selain impian menjadi No. 1 di dunia, Mr. Yanai juga memiliki hal penting lainnya, yaitu “Mencari Penerus”. Mr. Yanai bukan hanya seorang Founder dan CEO dari Fast Retailing, namun beliau juga seorang President, Chairman, dan juga Pemilik. (Multi Role yang beliau deskripsikan sebagai “Menjadi yang Serba Bisa”)

Seorang boss yang memegang semua peran penting ini pun mengakui kegagalannya dalam mencari “Portege” yang tepat. “Saat ini, saya tidak memerlukan penerus yang seperti saya” katanya. “Pekerjaan seperti ini tidak dapat dikerjakan seorang diri. Maka dari itu, saya ingin membentuk sebuah Team untuk mendelegasikan pekerjaan ini, dimulai dengan seorang CEO yang tepat yang kemudian dapat mengatur operasional perusahaan ini.”

“Saya ingin segera melihat apakah team penerus ini dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. Saya berharap mereka mampu mengambil posisi penting untuk melindungi kepentingan perusahaan.”

Simak video reviewnya di: https://www.youtube.com/watch?v=iHhYNBdynD8

Catatan tambahan:

Perusahaan Asia banyak yang berkembang pesat, namun tidak luput dari berbagai macam kegagalan. Mereka terus belajar dari setiap kegagalan, mempelajari perusahaan-perusahaan serupa lainnya yang sudah berhasil, mencari solusi dan terus mengembangkan perusahaan mereka hingga berada pada jalur yang tepat.

Ketika sudah kembali pada jalur yang tepat, bergerak dengan cepat dan penuh keyakinan adalah kunci perkembangannya perusahaan tersebut. Karena, kegagalan yang sama tidak akan terjadi kedua kalinya jika Anda benar-benar mengenal kegagalan tersebut.

Seseorang yang mampu mengisi berbagai posisi dalam karirnya, tentunya tetap membutuhkan dukungan dari team yang mengikuti “legacy” dari pimpinannya. Dengan demikian, fokus seorang leader pun dapat digunakan pada hal-hal yang lebih krusial dalam perusahaan.

Dalam hal menentukan target, tidak ada opsi untuk target yang pas-pasan, selalu tentukan di atas kemampuan kita. Perlu diingat kembali seorang atlit olimpiade tidak pernah menargetkan hanya untuk mengejar medali perunggu. Semua Atlit pada Olimpiade pasti menargetkan diri mereka untuk mengejar medali Emas, dan mereka akan melakukan yang terbaik untuk Target tersebut.

Akhir kata, Jangan pernah takut akan kegagalan. Lakukan apa yang Anda yakin Tepat. Jika Anda gagal, pelajari dan atasilah kegagalan tersebut. Dari berbagai kegagalan yang mungkin Anda temui, ADA 1 Kesuksesan yang menanti.

Cheers.

Regards,

Andi Wu

Story of an Astrada (Assisten Producer)

Thank God Its Friday,

Pernah gak kepikiran jadi sutrada atau jadi pemain film? Sebenarnya main film itu enak gak sih? Kelihatannya sih enak yah, bisa jadi terkenal, jadi celebrity, uangnya pun lumayan. Kebetulan saya ada mengikuti VLOG (Video Log) seorang stand up comedian sekaligus seorang Sutradara dan pemain film. RVLOG namanya, Raditya Dika’s Video Log.

Di RVLOG, direkam lah perjalanan sehari-hari Raditya Dika, Crews dan pemain-pemain film tersebut dalam menjalani proses Shooting Film dari hari pertama hingga hari terakhir. Ternyata oh ternyata, tidak mudah loh main film. Apa lagi jika hujan turun, proses shooting pun terpaksa dihentikan karena suara hujan dapat menganggu proses rekaman. Ada juga ketika adegan di jalanan, di mana banyak kendaraan lalu lalang, belum lagi ketemu sepeda motor yang dimodifikasi knalpotnya yang bikin bete ketika mendengarnya. Bagi pemain film, tentunya hal ini sangat menganggu proses produksi. Jadinya retake retake terus, sampai tidak ada suara knalpot yang menganggu proses rekaman.

Dalam rangkaian RVLOG tersebut, ada 1 kali di mana Astradanya (Asisten Sutradara) namanya Pame, menceritakan perjalanannya menjadi seorang Astrada. Sering di maki orang, di marah2, diteriakin, kerjanya juga teriak2, karena harus mengatur pemain-pemain film, crews, extras (pemain latar), dan semua alur produksi. Tapi profesi ini dia jalani dengan penuh Suka tanpa duka. Semuanya merupakan Suka bagi seorang Pame. Karena Pame tahu, setiap proses pasti ada kendala, pasti ada masalah. Dan pasti ada juga jalan keluarnya.

Pame menceritakan beberapa contoh, misalnya ketika mereka harus mengejar shooting scene pagi, di mana matahari segera terbenam dan langit pun menjadi gelap. Ini hal yang sering terjadi, tidak mungkin mereka harus menunggu besok harinya kembali untuk mengambil scene tersebut. Solusinya? Di buatlah pencahayaan dengan berbagai macam lighting agar scene tersebut menjadi siang hari ketika direkam oleh kamera.

Ada juga ketika scene yang mereka ambil di jalanan, di mana sangat rentan dengan gangguan suara, seperti suara knalpot, suara jangkrik, dan berbagainya. Maka mereka mencari solusi yaitu dengan mengambil scene secepat mungkin, mengambil take dengan potongan yang lebih kecil, sampai di mana jika keluar gangguan akan di cut, diretake kembali dari mana terakhir kali scene tersebut berhasil ditangkap. Nanti semuanya akan di sambungkan kembali di studio dan jadilah sebuah scene yang lengkap.

Kedengarannya cukup ribet yah, bahkan jadwal shooting bisa di luar dugaan. Misalnya mulai jam 12 Siang, diprediksi akan siap jam 12 malam, tetapi ketika masalah-masalah mulai muncul, jadwal hari tersebut bisa diperpanjang hingga semua terselesaikan. Seringnya selesai shooting jam 3 subuh, bahkan hingga jam 5 subuh sekalipun untuk menutupi target yang telah ditentukan untuk hari tersebut.

Nah, setelah membaca kisah seorang asisten sutradara di atas, seru gak pengalamannya? Sangat seru. Ketika proses shooting Film selesai, mereka akan mulai merindukan moment-moment kesibukan tersebut. Sama halnya dengan kita yang setiap hari tugasnya adalah menjual. Menjual jangan dijadikan beban, tetapi jadikan sebagai profesi yang Fun, setiap masalah dan penolakan dicari solusinya (salah satunya Sales Script by Dedy Budiman), ketika masalah sangat besar dan tidak teratasi lagi; pecahkan hingga beberapa pecahan kecil dan perbaiki satu per satu, sehingga akhirnya semua masalah pun terselesaikan.

Dari setiap profesi di luar sana, banyak pelajaran yang dapat kita petik dan kaitkan dengan profesi sales. Karena, sejatinya hampir setiap profesi adalah sales. Astrada dan Sutradara adalah sales yang menyiapkan film mereka dengan sesempurna mungkin yang layak ditonton oleh orang ramai dan mendapatkan review yang bagus dari pelanggan mereka. Profesi apa lagi nih yang bisa kita pelajari? Sharing pengalaman kamu yah di sini.

Regards,

Andi Wu

Momentum

Momentum

Dalam mekanika klasik, momentum (dilambangkan dengan P) ditakrifkan sebagai hasil perkalian dari massa dan kecepatan, sehingga menghasilkan vektor.

Dalam Kehidupan sehari-hari, ada kalanya pergerakan kita sedikit menurun karena sedang down, ada juga pergerakan kita terasa sangat lincah dan semangat.

Belakangan ini saya setiap hari bersyukur kepada Tuhan YME atas setiap hari yang dikaruniakan kepada saya dan keluarga, dan dari rasa syukur tersebut saya berusaha untuk mengisi hari saya dengan hal-hal yang positif, menebarkan semangat-semangat positif kepada orang-orang sekeliling saya, dan tentunya berusaha lebih giat lagi dalam mengejar impian saya.

Ketika Anda sedang berada dalam Semangat yang Tinggi dan hati yang berdebar-debar mengejar impian, manfaatkan “Momentum” yang sudah tercapai tersebut untuk terus menyelesaikan tugas-tugas dan hal-hal yang belum terlaksanakan dari dulu, di mana sebagian kemungkinan belum pernah dicoba dalam mencapai impian/target Anda.

Saya bersyukur hari-hari saya di awal Januari kemarin penuh dengan pembelajaran, dan di Februari penuh dengan Action yang menyelesaikan satu persatu kendala yang dialami selama ini. Semoga Momentum ini terus menerus bertahan, dan Hari-Hari ke depan akan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Mari ciptakan Momentum yang membawa Anda lebih dekat ke impian Anda sekarang dan setiap harinya.

Regards,

Andi Wu

Play to Lose

Bermain Untuk Kalah

Pernah gak, suatu kali Anda cukup puas akan sebuah permainan, ingin mencoba pengalaman yang berbeda, dan mengumpulkan hal-hal yang belum didapat pada permainan tersebut? Gile Loe, Gak ada kerjaan yah? Bisa saja teman Anda mengatakan begitu kepada Anda. 🙂

Contoh pada game Android/iOS Clash Royale yang seperti permainan catur dan strategi perang, Jika Anda sudah main cukup lama, katakanlah sekarang sudah pada Arena 9 (1 arena lagi ke Arena terakhir), dan Anda belum mendapatkan “pasukan” yang Limited Edition pada Arena lainnya, gamenya gitu-gitu aja pada Arena 9 karena pasukan kita saat ini belum kuat.

Coba deh, turun Arena. Caranya turun Arena? Ya bermain untuk Kalah, baru Trophies Anda berkurang dan akhirnya turun Arena.

Tapi….

Bermain untuk kalah ini ternyata tidak secepat yang kita inginkan. Karena pihak lawan tidak tahu kita mau kalah, dan mereka tetap pada strategi pemikirannya yang benar-benar serius. Jadi, mau kalah pun harus pakai strategi.

Salah satu strategi, kita harus memulai lebih dulu. Kalau tidak, pihak lawan akan menunggu hingga waktu yang tepat untuk memulai. Bahkan ada yang rela menunggu sangat lama, menunggu lawannya bergerak terlebih dahulu. Karena pola pikir setiap orang yang berbeda, strategi yang berbeda, banyak sekali penemuan yang luar biasa pada saat “bermain untuk kalah” ini.

Sebagian lawan bergerak dengan hati-hati sekali, walaupun kita sudah mulai terlebih dahulu, dan ketika semua pasukan di arena sudah kosong, mereka kembali menunggu. Waduh ini orang taunya defence melulu, tidak berani memulai.

Ada yang ketika kita belum mulai sudah menyerang dengan gila nya. Dan kita biarkan saja dia menang. Dan mereka sungguh bahagia berhasil menang dengan mudah. Sedangkan dari sisi kita, yaahh kan gua sengaja mau kalah. Ingat, setiap kemenangan tidak berarti Anda sudah sukses dan selesai perjuangannya.

Ada kala kita ketemu juga teman seperjuangan, yang Visinya sama, yaitu bermain untuk kalah. Sama-sama gak mau gerak, saling memancing. Trus jika kita bergerak terlalu agresif, mereka langsung berhenti menyerang dan berterima kasih. Dan akhirnya kita gak jadi kalah deh.

Sungguh banyak pengalaman yang baru dan berbeda ketika kita bermain untuk kalah – melawan arus yang seharusnya. Tetapi tentunya kita dapat belajar banyak hal agar kita dapat maju lebih kencang lagi, semakin kuat dari segala sisi (team, strategy, timing, patience, persistence) dan memiliki sudut pandang yang berbeda.

Semoga sharing ini bermanfaat.

Salam Sukses,

Andi Wu

Foods, Beverages, Photography, Coffee, Sports & Fitness, Tech & Gadgets